Pemadaman listrik bergilir yang terjadi di sejumlah wilayah Kalimantan Timur (Kaltim) dan Kalimantan Utara (Kaltara) diperkirakan masih akan berlangsung satu bulan ke depan.
Gangguan tersebut dipicu kerusakan dua Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU) Handil dan PLTU Tanjung Batu yang terjadi hampir bersamaan.
Kerusakan dua PLTU ini mengurangi kapasitas pasokan listrik dalam sistem interkoneksi Kalimantan berkurang hingga sekitar 250 megawatt (MW).
Adapun pemadaman bergilir selama sekitar tiga jam per sesi diterapkan di hampir seluruh wilayah yang terhubung dalam sistem interkoneksi.
Langkah ini untuk menjaga kestabilan pasokan listrik selama proses perbaikan berlangsung.
Manajer PT PLN (Persero) UP3 Samarinda, Adrian Sitompul memastikan gangguan pasokan listrik tidak berkaitan dengan kondisi keuangan perusahaan maupun kebijakan efisiensi anggaran pemerintah.