Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memprediksi fenomena El Nino 2026, berpotensi menyebabkan penurunan curah hujan di sejumlah wilayah Indonesia.
Daerah yang berada di selatan garis khatulistiwa diperkirakan akan mengalami dampak paling signifikan, terutama selama puncak musim kemarau pada Juli hingga Oktober 2026.
BMKG mengimbau pemerintah daerah dan berbagai sektor meningkatkan kesiapsiagaan sejak dini guna mengantisipasi risiko kekeringan, gangguan produksi pangan, kebakaran hutan dan lahan (Karhutla), hingga penurunan kualitas udara.
Berdasarkan hasil pemantauan BMKG, beberapa wilayah diperkirakan mengalami penurunan curah hujan di bawah kondisi normal selama periode Juli hingga Oktober 2026.
Wilayah tersebut meliputi, Jawa, yang diperkirakan menjadi salah satu wilayah dengan penurunan curah hujan paling signifikan selama puncak musim kemarau.