Dominasi Iran di Selat Hormuz tak tergoyahkan meski digempur serangan udara pada 26 hingga 27 Juni 2026. World Street Journal (WSJ) mengungkap keunggulan Iran ini menguasai selat sempit itu, bukan melalui inovasi teknologi yang benar-benar baru, melainkan dengan menyempurnakan strategi "perang tanker" era 1980-an yang dipadukan dengan armada drone presisi.
Strategi ini menciptakan efek pengganda kekuatan yang efektif, memungkinkan Teheran memaksakan kendali penuh atas koridor navigasi tersebut sebagai daya tawar ekonomi yang krusial di tengah negosiasi yang masih alot.
Di sisi lain, ketergantungan Amerika Serikat pada serangan udara dinilai sebagai kesalahan historis yang terus berulang sejak era Perang Dunia Kedua. Analisis historis menunjukkan bahwa kekuatan udara semata jarang mampu memaksa musuh menyerah. Dan petaka itu kembali dirasakan AS saat dihajar balik oleh Iran.
Simak selengkapnya dalam video berikut!
Penulis Naskah: Elisabeth Putri Mulia Narator: Elisabeth Putri Mulia Video Editor: Elisabeth Putri Mulia Produser: Marvel Dalty