Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi) mengungkap bahwa jaringan judi online kini mengubah strategi setelah banyak situs mereka diblokir pemerintah. Direktur Jenderal Pengawasan Ruang Digital Komdigi, Alexander Sabar, menjelaskan bahwa para pelaku kini menyusup lewat kolom komentar media sosial dan siaran ilegal pertandingan besar seperti Piala Dunia 2026, dengan memanfaatkan akun-akun berinteraksi tinggi serta bot otomatis untuk menyebarkan tautan judi secara masif.
Dalam dua pekan terakhir, Komdigi mencatat lonjakan spam judi online hingga 128 persen yang terindikasi terorganisasi lintas negara, termasuk melalui akun palsu di berbagai platform. Selain itu, Komdigi juga menemukan promosi judi disisipkan dalam streaming ilegal dan melibatkan berbagai metode transaksi seperti rekening bank, e-wallet, hingga QRIS yang langsung ditindaklanjuti bersama PPATK dan OJK untuk pemblokiran.
Simak selengkapnya dalam video berikut!
Penulis Naskah: Arini Kusuma Jati
Narator: Arini Kusuma Jati
Video Editor: Arini Kusuma Jati
Produser: Arini Kusuma Jati
Music: Science Montage - Jeremy Blake
#Peristiwa #Viral ##cclabs #ecolab #Ekonomi #JudiOnline #PialaDunia2026