Eropa tengah dilanda gelombang panas ekstrem yang telah merenggut lebih dari 1.300 nyawa sejak akhir Juni 2026, dengan suhu di beberapa wilayah mencapai angka 44 derajat Celsius.
Fenomena ini dipicu oleh kombinasi empat mekanisme atmosfer yang dikenal sebagai "Blok Omega," di mana udara panas dari Afrika Utara terperangkap oleh sistem tekanan tinggi yang stabil layaknya kubah panas. Para ahli iklim menegaskan bahwa kondisi ini kini 30 kali lebih mungkin terjadi akibat pemanasan global, mengubah peristiwa cuaca langka menjadi ancaman yang bisa muncul berkali-kali dalam satu dekade.
Debat mengenai solusi jangka pendek pun muncul, terutama terkait penggunaan pendingin ruangan (AC) yang dianggap sebagai "siklus ironis" karena sifatnya yang boros energi dan menggunakan gas pemicu efek rumah kaca.
Simak selengkapnya dalam video berikut!
Penulis Naskah: Elisabeth Putri Mulia Narator: Elisabeth Putri Mulia Video Editor: Fathir Rohman Produser: Marvel Dalty