Mantan Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi Nadiem Makarim mempertanyakan apakah masih ada keadilan dan kebenaran di sistem hukum di Indonesia setelah divonis 10 tahun penjara dalam kasus korupsi pengadaan laptop berbasis Chromebook.
Menurut Nadiem, vonis yang dijatuhkan kepadanya menunjukkan bahwa fakta-fakta yang tersaji di persidangan justru diabaikan.
Nadiem menuturkan, selama membacakan vonis, keempat hakim tidak berani menatap matanya. Menurut Nadiem, hal itu menandakan bahwa para hakim tahu bahwa ia tidak bersalah.
Nadiem menambahkan, hanya ada satu hakim yang menyuarakan kebenaran, yakni hakim Andi Saputra yang mengajukan pendapat berbeda atau dissenting opinion.
: YouTube/Kompas TV
Penulis: Fristin Intan Sulistyowati, Ardito Ramadhan
Kreatif:
Produser: Reza Kurnia Darmawan
- #NadiemMakarim #Hukum #Cut