Warga di Kota Gelsenkirchen, Jerman, berbondong-bondong menyerbu toko untuk membeli kipas angin dan pendingin ruangan di tengah gelombang panas ekstrem yang melanda Eropa.
Suhu tinggi juga memicu gangguan di sejumlah negara, mulai dari sekolah dan perkantoran yang kepanasan, pemadaman listrik, hingga terganggunya layanan kereta api dan transportasi umum.
Direktur Jenderal WHO, Tedros Adhanom Ghebreyesus, menyebut lebih dari 1.300 kematian berlebih sejak 21 Juni 2026 berkaitan dengan suhu tinggi di Eropa.
Di sisi lain, Komisi Eropa menuai kritik setelah muncul laporan bahwa pendingin ruangan di sebagian besar gedungnya di Brussels dimatikan untuk menghemat energi. Namun, kantor Presiden Komisi Eropa Ursula von der Leyen dan 26 komisioner disebut tetap menggunakan pendingin ruangan.
Meski suhu sempat menurun, badan meteorologi memperingatkan gelombang panas kedua berpotensi melanda Eropa Barat pada akhir pekan ini dengan ancaman fenomena eat dome atau kubah panas.
Sumber: Viory
Kreatif: Jessica Meisya
Produser: Elizabeth Ayudya
~J #Jerman #Global #Cut