JAKARTA, KOMPAS.TV - Penjaga kos Resa Rohendi mengungkap detik-detik saat tersangka Taufik Hidayat meminta bantuannya membawa korban YTR ke rumah sakit pada 9 Juni 2026.
Menurut Reza, saat itu tersangka datang dalam kondisi menangis dan memohon pertolongan.
Saat ditanya alasan meminta bantuan, Reza mengatakan tersangka mengaku korban mengalami kecelakaan di kamar mandi.
Korban kemudian dibawa lebih dulu ke RSUD Ujungberung menggunakan mobil daring.
Namun, Reza mengaku mulai merasa ada kejanggalan karena justru dirinya yang diminta mendampingi korban di dalam mobil, sementara tersangka mengikuti dari belakang menggunakan sepeda motor.
Resa mengaku baru melihat kondisi wajah korban secara langsung ketika penutup wajah dan kerudung dibuka oleh tenaga medis di RSUD Ujungberung.
Menurut Resa, penjelasan tersangka bahwa korban terjatuh di kamar mandi membuatnya semakin heran.
"Bilangnya jatuh dari kamar mandi, cuma kepala kok sekujur badan banyak luka," ungkap Resa.
Setelah korban dirujuk ke Rumah Sakit Hasan Sadikin Bandung, Resa mengaku kembali membantu mengurus proses masuk ke unit gawat darurat.
Namun, setelah korban mendapatkan penanganan medis, Resa justru mengaku mendapat ancaman dari tersangka.
Ancaman itu, kata Resa, disampaikan melalui pesan WhatsApp dan juga secara langsung.
Resa menuturkan tersangka bahkan mendatangi indekos sambil membawa golok. Menurut Resa, tersangka juga melontarkan ancaman.
Ia menunjukkan sejumlah bagian kayu, pintu, dan tembok yang disebut terkena sabetan maupun pukulan menggunakan golok.
Bagaimana menurut Anda?
Selengkapnya saksikan di sini: https://youtu.be/JtQin-D3gVc
#kekerasandalamrumahtangga #perempuan #taufikhidayat
#kekerasan #perempuan #taufikhidayat
Artikel ini bisa dilihat di :
https://www.kompas.tv/video/677969/usai-antar-korban-ytr-ke-rs-penjaga-kos-mengaku-diancam-taufik-hidayat-dengan-golok-dipo