:

Tewaskan 1.300 Orang, Mengapa Panas Ekstrem Eropa Disebut "Silent Killer"?

2 hari lalu

Badan Kesehatan Dunia atau WHO menyebut gelombang panas ekstrem yang melanda Eropa sebagai "silent killer" setelah lebih dari 1.300 orang dilaporkan meninggal sejak 21 Juni 2026.

Suhu yang menembus 40 derajat Celsius telah memicu krisis kesehatan, mengganggu infrastruktur, serta melumpuhkan berbagai layanan publik di sejumlah negara Eropa.

WHO memperingatkan bahwa perubahan iklim membuat gelombang panas semakin sering terjadi dan mendesak pemerintah segera memperkuat sistem kesehatan serta perlindungan bagi masyarakat yang rentan.

Lantas, apa alasan WHO menyebut gelombang panas di Eropa sebagai "silent killer" alias pembunuh senyap?

Simak selengkapnya dalam video berikut!

Penulis naskah: Salsabila Suseno
Narator: Salsabila Suseno
Video editor: Dimas Septian Adiyathama
Produser: Akhmad Muawal Hasan

#Peristiwa #Bencana #Eropa #GelombangPanasEropa #WHO #CuacaEkstrem #PanasEkstrem #GelombangPanas #HeatWave #HeatStroke 

Music: Moving In The Shadows - The Soundlings

Berikan Komentar
Laporkan komentar

Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Batal edit?

Setelah dihapus, kamu tidak bisa membatalkan

Hapus Komentar

Setelah dihapus, kamu tidak bisa membatalkan

Oke
Sarapan di Ketinggian 230 Meter, Seperti Apa Rasanya?
Oke