China disebut panen keuntungan di balik perang AS-Iran yang memicu gejolak harga energi dan gangguan rantai pasok global.
Saat banyak negara menghadapi tekanan akibat kenaikan harga minyak, pupuk, dan bahan baku industri, China justru dinilai mampu meredam dampak krisis berkat cadangan energi yang kuat serta kebijakan ekonominya.
Laporan Asia Group menyebut kondisi tersebut memperkuat daya saing industri manufaktur China sekaligus mendorong permintaan terhadap produk energi bersih seperti panel surya, baterai, dan kendaraan listrik.
Sementara itu, sejumlah negara di Asia, termasuk India, Jepang, Filipina, dan Indonesia, menghadapi tantangan ekonomi yang lebih besar akibat dampak krisis Selat Hormuz terhadap pasokan energi dan rantai pasok global.
Simak selengkapnya dalam video berikut!
Penulis: Ahmad Naufal Dzulfaroh
Penulis Naskah: Novyana Nurmita Dewi
Narator: Novyana Nurmita Dewi
Video Editor: Maria Utari Dewi
Produser: Novyana Nurmita Dewi
#Global #Konflik ##cclabs #China #Iran #AmerikaSerikat
Music: Between The Spaces - The Soundlings
Artikel terkait:
https://internasional.kompas.com/read/2026/06/29/193000770/bukan-iran-atau-as-china-dianggap-jadi-pemenang-krisis-selat-hormuz?page=all#page2