Presiden Korea Selatan, Lee Jae Myung, secara terbuka menyampaikan permohonan maaf yang sedalam-dalamnya kepada publik atas kegagalan tim nasional sepak bola mereka melaju ke babak 32 besar Piala Dunia 2026.
Ia mengkritik penempatan figur-figur yang tidak kompeten pada jajaran manajerial menjadi akar utama rusaknya prestasi olahraga nasional.
Melalui unggahan di media sosial X pada Minggu (28/6/2026), Lee mengatakan hasil buruk yang dialami Korea Selatan adalah konsekuensi ketika loyalitas dan kepentingan kelompok lebih diutamakan daripada kompetensi.