Kawasan Teluk kini tengah mengalami pergeseran geopolitik signifikan seiring dengan memudarnya kepercayaan terhadap payung keamanan Amerika Serikat. Kegagalan Washington dalam menjaga stabilitas kawasan pascaperang telah mendorong negara-negara Teluk untuk merajut aliansi mandiri yang lebih strategis.
Terbentuk tiga poros kekuatan baru yaitu poros UEA-Israel yang memperkuat kerja sama militer dan intelijen, poros Arab Saudi yang merangkul mitra baru seperti Pakistan, serta poros perlawanan Iran yang kini bertransformasi menjadi jaringan proksi yang lebih fleksibel dan terdesentralisasi.
Perpecahan di internal Dewan Kerja Sama Teluk (GCC) semakin terlihat nyata dengan perbedaan prinsip antara kebijakan luar negeri UEA dan Arab Saudi dalam menyikapi polarisasi regional. Di tengah kekosongan kepemimpinan keamanan ini, Iran pun mulai beralih dari pengaruh ekspansionis langsung ke strategi asimetris yang lebih efisien guna mempertahankan kepentingan nasionalnya.
Perubahan peta kekuatan ini menunjukkan bahwa negara-negara di kawasan Timur Tengah kini lebih memilih otonomi strategis, di mana setiap aktor bergerak secara senyap untuk mengamankan posisi masing-masing di luar bayang-bayang dominasi Amerika Serikat.
Simak selengkapnya dalam video berikut!
Penulis Naskah: Elisabeth Putri Mulia Narator: Elisabeth Putri Mulia Video Editor: Elisabeth Putri Mulia Produser: Marvel Dalty