:

1.300 Kematian akibat Panas di Eropa, Kenapa WHO Bunyikan "Alarm" untuk Asia?

3 hari lalu

Gelombang panas ekstrem melanda sejumlah negara di Eropa, memaksa sekolah ditutup, rumah sakit kewalahan, dan memicu lonjakan angka kematian. Direktur Jenderal Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), Tedros Adhanom Ghebreyesus, mengungkapkan bahwa sejak 21 Juni telah tercatat lebih dari 1.300 kematian berlebih yang berkaitan dengan suhu tinggi di Eropa.

Sementara itu, Prancis melaporkan sekitar 1.000 kematian lebih banyak dari perkiraan dalam beberapa hari terakhir akibat cuaca panas. WHO juga mengingatkan bahwa panas ekstrem kini menjadi ancaman kesehatan global. Menurut lembaga tersebut, hampir 490 ribu orang meninggal setiap tahun di seluruh dunia akibat penyebab yang berkaitan dengan panas, dengan hampir 45 persen kasus terjadi di Asia.

Simak selengkapnya dalam video berikut!

Penulis Naskah: Arini Kusuma Jati
Narator: Arini Kusuma Jati
Video Editor: Arini Kusuma Jati
Produser: Arini Kusuma Jati

Music: Red - Anno Domini Beats

#Peristiwa #Bencana ##cclabs #GelombangPanasdiEropa #GelombangPanasdiJerman

Berikan Komentar
Laporkan komentar

Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Batal edit?

Setelah dihapus, kamu tidak bisa membatalkan

Hapus Komentar

Setelah dihapus, kamu tidak bisa membatalkan

Oke
Sarapan di Ketinggian 230 Meter, Seperti Apa Rasanya?
Oke