Amerika Serikat kembali melancarkan serangan udara terhadap Iran selama dua hari berturut-turut pada 27-28 Juni 2026. Komando Pusat AS( CENTCOM) beralasan, serangan dilakukan atas perintah Presiden AS Donald Trump sebagai balasan terhadap aksi Iran yang menyerang kapal dagang di sekitar Selat Hormuz, dekat perairan Oman.
Iran merespons dengan memperluas serangan ke pangkalan militer Amerika Serikat di Kuwait dan Bahrain. Di sisi lain, Teheran kembali menegaskan bahwa pengelolaan lalu lintas di Selat Hormuz merupakan kewenangan Iran sesuai interpretasi mereka terhadap nota kesepahaman yang ditandatangani kedua negara pada pertengahan Juni 2026.
Para analis mengingatkan bahwa Trump seakan tak belajar dari sejarah, bahwa sejak Perang Dunia II, serangan udara tidak akan menundukkan sebuah negara, baik itu perang Vietnam hingga saat ini apa yang dilakukannya terhadap Iran. Bahkan Iran lebih berani melawan dengan adanya cengkeraman di Selat Hormuz dan jangkauan rudal dan drone di kawasan Teluk.
Simak selengkapnya dalam video berikut!
Penulis Naskah: Nabilah Safirah
Narator: Nabilah Safirah
Video Editor: Fathir Rohman
Produser: Marvel Dalty
#Global #Konflik ##Kompascomlab #ASSerangIranLagi #Trump #Iran #IRGC #CENTCOM #SelatHormuz
Music: Chariots of War - Aakash Gandhi