Fenomena lipstick effect semakin terlihat di tengah kondisi ekonomi yang tidak menentu.
Meski harga kebutuhan pokok naik dan isu PHK terus terjadi, kebiasaan membeli kopi, skincare, outfit, hingga checkout barang di marketplace tetap tinggi, terutama di kalangan anak muda.
Financial planner Christopher Rojito menjelaskan, lipstick effect merupakan kondisi ketika seseorang tetap membeli barang-barang kecil untuk mendapatkan rasa senang dan kepuasan emosional di tengah tekanan hidup.
Sementara psikolog dewasa Erfiane Suryani Sisilia atau Vivi menilai fenomena ini juga dipengaruhi stres, kecemasan, serta dorongan mencari pelarian instan melalui belanja dan self-reward.
Kemudahan live shopping, promo marketplace, hingga paylater turut membuat kebiasaan belanja impulsif semakin mudah dilakukan.
Namun, para ahli mengingatkan self-reward dapat menjadi tidak sehat apabila mulai mengganggu kondisi finansial dan dijadikan pelarian utama dari masalah hidup.
Simak selengkapnya dalam video berikut ini.
Penulis: Cynthia Lova
Video Editor: Agni Rusdi Salih
Videografer: Antonius Aditya Mahendra
Produser: Diamanty Meiliana
#lipstickeffect #fenomena #selfreward #impulsif #konsumtif #vjlab #indepthVJ