:

Lipstick Effect: Self Reward atau Pelarian dari Stres?

2 bulan lalu

Fenomena lipstick effect semakin terlihat di tengah kondisi ekonomi yang tidak menentu. 

Meski harga kebutuhan pokok naik dan isu PHK terus terjadi, kebiasaan membeli kopi, skincare, outfit, hingga checkout barang di marketplace tetap tinggi, terutama di kalangan anak muda.

Financial planner Christopher Rojito menjelaskan, lipstick effect merupakan kondisi ketika seseorang tetap membeli barang-barang kecil untuk mendapatkan rasa senang dan kepuasan emosional di tengah tekanan hidup. 

Sementara psikolog dewasa Erfiane Suryani Sisilia atau Vivi menilai fenomena ini juga dipengaruhi stres, kecemasan, serta dorongan mencari pelarian instan melalui belanja dan self-reward.

Kemudahan live shopping, promo marketplace, hingga paylater turut membuat kebiasaan belanja impulsif semakin mudah dilakukan. 

Namun, para ahli mengingatkan self-reward dapat menjadi tidak sehat apabila mulai mengganggu kondisi finansial dan dijadikan pelarian utama dari masalah hidup.

Simak selengkapnya dalam video berikut ini.


Penulis: Cynthia Lova

Video Editor: Agni Rusdi Salih 

Videografer: Antonius Aditya Mahendra

Produser: Diamanty Meiliana


#lipstickeffect #fenomena #selfreward #impulsif #konsumtif #vjlab #indepthVJ

Berikan Komentar
Laporkan komentar

Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Batal edit?

Setelah dihapus, kamu tidak bisa membatalkan

Hapus Komentar

Setelah dihapus, kamu tidak bisa membatalkan

Oke
Sarapan di Ketinggian 230 Meter, Seperti Apa Rasanya?
Oke