Kementerian Pertahanan (Kemhan) memastikan materi latihan peserta Sarjana Penggerak Pembangunan Indonesia (SPPI) calon pengelola atau manajer Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP) dan Kampung Nelayan Merah Putih (KNMP) sudah disesuaikan.
Hal ini disampaikan usai lima peserta SPPI dilaporkan meninggal dunia saat menjalani latihan dasar bela negara dan manajerial.
Kepala Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BPSDM) Kemhan, Mayjen TNI Ketut Gede Wetan Pastia menjelaskan penyelenggaraan latihan bela negara dan manajerial disusun secara terukur dengan memperhatikan latar belakang peserta sebagai masyarakat sipil.
Kegiatan pelatihan untuk calon pengelola KDKMP dan KNMP pun tidak disamakan dengan pendidikan militer atau prajurit.
Ketut menyatakan penekanan latihan untuk calon pengelola KDKMP dan KNMP bukan pada kemampuan tempur, melainkan pada pembentukan mental, karakter, tanggung jawab, daya juang, kerja sama, serta kemampuan memecahkan masalah.