:

Romansa Maluku-Belanda: Dari Penjajahan hingga Satu dalam Sepak Bola

1 minggu lalu

Pada 21 Juni 2026, Perdana Menteri Belanda, Rob Jetten, memimpin prosesi peresmian monumen di Pelabuhan Rotterdam sebagai simbol pengakuan dosa masa lalu terhadap komunitas Maluku. Ia menyampaikan permintaan maaf resmi atas luka tahun 1951, di mana sekitar 12.500 mantan tentara KNIL beserta keluarga mereka dipaksa pindah ke Belanda, lalu diabaikan dan ditempatkan dalam kondisi yang tidak manusiawi tanpa kepastian hidup.

Meski bagi banyak orang pengakuan ini terasa sangat terlambat, langkah pemerintah Belanda tersebut menjadi momen penting untuk memvalidasi luka batin dan penderitaan panjang yang dialami para penyintas serta keturunan mereka selama puluhan tahun di tanah pengasingan.

Menariknya, di tengah narasi luka sejarah tersebut, terjalin hubungan unik yang justru tumbuh dari kecintaan terhadap sepak bola. Warga di Maluku, khususnya Ambon, menunjukkan dukungan yang sangat fanatik terhadap tim nasional Belanda, "Oranje," sebagai bentuk kebanggaan atas hadirnya pemain-pemain berbakat keturunan Maluku di panggung sepak bola internasional.

Simak selengkapnya dalam video berikut!

Penulis Naskah: Elisabeth Putri Mulia
Narator: Elisabeth Putri Mulia
Video Editor: Elisabeth Putri Mulia
Produser: Marvel Dalty

Music: American Frontiers - Aaron Kenny, Sunset Strut - Dan Lebowitz   

#Olahraga #sepakbola ##kompascomlab #Maluku #Belanda #PialaDunia #Deoranje

Berikan Komentar
Laporkan komentar

Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Batal edit?

Setelah dihapus, kamu tidak bisa membatalkan

Hapus Komentar

Setelah dihapus, kamu tidak bisa membatalkan

Oke
Sarapan di Ketinggian 230 Meter, Seperti Apa Rasanya?
Oke