:

Krisis Air Bersih dan Privatisasi Air di Jakarta, Seperti Apa Dampaknya Bagi Perempuan?

7 hari lalu

Nurwendah yang tinggal di Kalideres, Jakarta Barat, kesulitan mengakses air bersih selama lebih dari 20 tahun. Rumahnya belum teraliri PAM Jaya, sehingga harus mengeluarkan biaya lebih besar untuk membeli air. Di tengah akses yang belum merata, tahun ini PAM Jaya mengubah statusnya menjadi Perseroan Daerah dan bekerja sama dengan pihak swasta. Pakar menilai, langkah ini berisiko memperburuk akses bagi warga miskin yang tempat tinggalnya belum teraliri air, dengan dampak paling besar dirasakan oleh perempuan. Seperti apa Nurwendah menghadapi kondisi ini?

~KQ #DW #dwidn

Berikan Komentar
Laporkan komentar

Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Batal edit?

Setelah dihapus, kamu tidak bisa membatalkan

Hapus Komentar

Setelah dihapus, kamu tidak bisa membatalkan

Oke
Sarapan di Ketinggian 230 Meter, Seperti Apa Rasanya?
Oke