JAKARTA, KOMPAS.TV - Ekonom INDEF Abra Talattov menilai masyarakat akan memperhatikan langkah negara-negara lain dalam menurunkan harga BBM dan membandingkannya dengan respons pemerintah Indonesia.
Menurut Abra, publik juga akan mencermati seberapa cepat pemerintah dan badan usaha melakukan penyesuaian harga.
Tak hanya kecepatan, besaran penurunan harga juga akan menjadi perhatian masyarakat.
Untuk BBM subsidi, Abra mengingatkan pemerintah sudah memastikan harga Pertalite tetap bertahan hingga akhir tahun.
Namun, untuk BBM non-subsidi, menurut Abra, tuntutan masyarakat terhadap penurunan harga diperkirakan akan terus menguat. Salah satu yang menjadi sorotan adalah transparansi formula penentuan harga jual.
Ia juga mengungkapkan adanya persepsi di masyarakat bahwa harga BBM saat ini terlalu mahal.
Meski demikian, berdasarkan data yang diperolehnya, harga jual beberapa jenis BBM justru masih berada di bawah harga keekonomian.
Menurutnya, harga keekonomian Pertamax bahkan berada di kisaran Rp20 ribu hingga Rp21 ribu per liter.
Kondisi tersebut, kata Abra, berpotensi menjadi persoalan bagi badan usaha apabila harus terus menanggung selisih harga.
Bagaimana menurut Anda?
Selengkapnya saksikan di sini: https://youtu.be/rakE3PUjcR8
#perang #iran #indonesia
Artikel ini bisa dilihat di :
https://www.kompas.tv/talkshow/676914/damai-iran-as-bikin-harga-bbm-turun-indef-minta-pemerintah-transparan-satu-meja