:

Kesulitan Mendaftar, Orang Tua Siswa Datangi Sekolah

3 minggu lalu

MAKASSAR, KOMPAS.TV - Hari pertama pelaksanaan Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) jalur domisili di Kota Makassar diwarnai membludaknya kedatangan orang tua calon siswa ke sejumlah sekolah negeri. Mereka datang untuk meminta bantuan karena mengalami kesulitan dalam proses pendaftaran yang dilakukan secara daring.

Di SMP Negeri 15 Makassar, layanan bantuan SPMB sejak pagi langsung dipadati orang tua dan calon siswa. Sebagian besar mengaku belum memahami tata cara pendaftaran secara online, mulai dari proses pengunggahan dokumen hingga tahapan verifikasi data yang menjadi syarat dalam seleksi penerimaan peserta didik baru.

Kondisi tersebut membuat pihak sekolah harus menyediakan pendampingan khusus bagi para pendaftar yang mengalami kendala teknis maupun keterbatasan kemampuan dalam mengakses sistem digital.

Salsa, salah seorang calon siswa, bersama wali muridnya mengaku datang langsung ke sekolah karena khawatir melakukan kesalahan saat proses pendaftaran. Menurut mereka, pendampingan dari pihak sekolah sangat membantu untuk memastikan seluruh dokumen dan data yang diunggah sesuai dengan ketentuan.

Situasi serupa juga terlihat di SMP Negeri 3 Makassar. Puluhan orang tua calon siswa mendatangi sekolah untuk mendapatkan bantuan dari petugas layanan SPMB. Selain menghadapi kendala teknis dalam pendaftaran, sekolah tersebut juga menghadapi lonjakan jumlah peminat yang jauh melampaui kapasitas penerimaan.

Data sekolah menunjukkan bahwa hingga hari pertama pendaftaran, jumlah calon siswa yang mendaftar melalui jalur domisili telah mencapai 928 orang. Padahal, kuota yang tersedia hanya 130 kursi untuk tahun ajaran baru.

Kepala SMP Negeri 3 Makassar, Kaswadi, mengatakan tingginya jumlah pendaftar menunjukkan besarnya minat masyarakat untuk bersekolah di SMP Negeri 3. Namun, keterbatasan daya tampung membuat tidak semua calon siswa dapat diterima meskipun telah memenuhi persyaratan administrasi.

Lonjakan pendaftar tersebut sekaligus menjadi gambaran masih tingginya konsentrasi pilihan masyarakat pada sejumlah sekolah favorit di Kota Makassar. Di sisi lain, kondisi ini juga memperlihatkan tantangan pemerataan kualitas pendidikan antar sekolah negeri yang masih menjadi pekerjaan rumah pemerintah daerah.

Selain persoalan kuota, hari pertama pelaksanaan SPMB juga menunjukkan bahwa literasi digital masyarakat masih menjadi tantangan dalam penerapan sistem layanan pendidikan berbasis teknologi. Meski pendaftaran dilakukan secara daring untuk meningkatkan transparansi dan efisiensi, tidak semua orang tua memiliki kemampuan yang sama dalam mengakses dan memahami prosedur digital.

Karena itu, kehadiran posko bantuan di sekolah-sekolah menjadi bagian penting untuk memastikan seluruh calon peserta didik memperoleh kesempatan yang setara dalam mengikuti proses seleksi.

SPMB jalur domisili di Kota Makassar dibuka mulai 22 Juni hingga 26 Juni 2026. Selama masa pendaftaran berlangsung, sekolah-sekolah negeri diperkirakan masih akan menerima kedatangan orang tua dan calon siswa yang membutuhkan pendampingan dalam proses registrasi maupun verifikasi data.

Fenomena membludaknya pendaftar pada hari pertama ini menjadi pengingat bahwa transformasi layanan pendidikan digital perlu dibarengi dengan peningkatan literasi teknologi masyarakat serta pemerataan mutu pendidikan agar konsentrasi pendaftar tidak hanya terpusat pada sejumlah sekolah tertentu.

Artikel ini bisa dilihat di : https://www.kompas.tv/regional/676596/kesulitan-mendaftar-orang-tua-siswa-datangi-sekolah

Berikan Komentar
Laporkan komentar

Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Batal edit?

Setelah dihapus, kamu tidak bisa membatalkan

Hapus Komentar

Setelah dihapus, kamu tidak bisa membatalkan

Oke
Sarapan di Ketinggian 230 Meter, Seperti Apa Rasanya?
Oke