KOMPAS.TV - Dalam program Kalam Hati spesial menyambut Tahun Baru Islam 1 Muharram yang tayang pada Selasa 16 Juni, Ustadz Taufiqurrahman, Ustadz Jojo Ali Yusuf, dan Ustadzah Yati Priyati membahas tema "Jangan Nyangkut di Dosa yang Sama". Ketiganya mengingatkan pentingnya taubat nasuha, melepaskan belenggu masa lalu, hingga keberanian untuk segera berubah tanpa menunda-nunda kebaikan.
Ustadz Taufiqurrahman menjelaskan bahwa taubat bukan sekadar menyesali kesalahan, tetapi berhenti total dari perbuatan dosa dan bertekad untuk tidak mengulanginya lagi. Ustadz Taufiqurrahman juga menegaskan bahwa dosa yang berkaitan dengan sesama manusia membutuhkan penyelesaian secara langsung, seperti meminta maaf atau mengembalikan hak yang pernah diambil.
Sementara itu, Ustadzah Yati Priyati mengajak umat Islam agar tidak terus terjebak dalam penyesalan atas masa lalu. Menurut Bunda Yati, masa lalu cukup dijadikan pelajaran karena yang lebih penting adalah memperbaiki diri hari ini dan mempersiapkan bekal untuk masa depan.
Kemudian ada Ustadz Jojo Ali Yusuf yang mengingatkan agar tidak menunda istighfar dan taubat karena tidak ada seorang pun yang mengetahui kapan ajal akan datang. Ustadz Jojo juga menegaskan bahwa bisikan yang membuat seseorang merasa tidak pantas beribadah setelah berbuat dosa merupakan tipu daya setan agar manusia menjauh dari Allah SWT.
Menurut kamu, mana yang lebih sulit dilakukan? Berhenti dari dosa yang sudah menjadi kebiasaan, melupakan penyesalan masa lalu, atau menjaga semangat untuk terus bertaubat meski pernah berkali-kali jatuh pada kesalahan yang sama?
Artikel ini bisa dilihat di :
https://www.kompas.tv/kalam-hati/676573/1-muharram-1448-hijriah-taubat-nasuha-agar-tak-terjebak-dosa-yang-sama-lagi-kalam-hati