KOMPAS.TV - Wakil Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah, Atip Latipulhayat, menegaskan pemerintah tengah menyiapkan sistem penggajian yang lebih menjamin kesejahteraan guru.
Pernyataan itu disampaikan di tengah sorotan masih adanya guru yang menerima penghasilan sangat rendah.
Atip mengaku memahami persoalan yang dihadapi para tenaga pendidik. Menurutnya, pemerintah juga memberi perhatian khusus kepada guru non-ASN agar mendapatkan hak-haknya.
Ia mengatakan pemerintah memfasilitasi guru non-ASN untuk melanjutkan pendidikan dan memperoleh kualifikasi yang dibutuhkan.
Sorotan mengenai kesejahteraan guru mencuat setelah adanya temuan guru yang masih menerima gaji Rp50 ribu per bulan.
Menanggapi usulan agar gaji guru minimal setara Upah Minimum Regional atau UMR, Atip menyatakan hal tersebut harus diwujudkan.
Menurut Atip, sistem penggajian yang berlaku saat ini masih bertumpu pada gaji pokok yang rentan tertinggal oleh perkembangan ekonomi dan inflasi.
Maka, Kemendikdasmen tengah merumuskan sistem penggajian baru yang lebih menjamin kesejahteraan guru dengan mempertimbangkan UMR sebagai salah satu acuan.
Atip menilai kesejahteraan guru berkaitan erat dengan kualitas pendidikan nasional.
Bagaimana menurut Anda?
Selengkapnya saksikan di sini: https://youtu.be/xnDKqX-radI
#guru #honorer #pendidikan
Artikel ini bisa dilihat di :
https://www.kompas.tv/video/676553/wamendikdasmen-akui-gaji-dan-kesejahteraan-guru-belum-ideal-sistem-baru-disiapkan-dipo