Kurang dari dua tahun setelah membawa Partai Buruh meraih kemenangan besar dalam pemilu Inggris, Keir Starmer akhirnya mengumumkan pengunduran dirinya sebagai pemimpin partai sekaligus perdana menteri.
Keputusan tersebut muncul setelah tekanan politik terus meningkat menyusul serangkaian hasil buruk dalam pemilu lokal di Inggris, Skotlandia, dan Wales.
Kekalahan tersebut memicu keraguan di internal Partai Buruh mengenai kemampuan Starmer mempertahankan dukungan publik menjelang pemilu berikutnya.