Kenapa hal-hal yang berkaitan dengan kata 'sustainability' sering dianggap mahal?
Apakah hidup berkelanjutan cuma bisa dilakukan oleh mereka yang punya uang lebih?
Di podcast Beginu, Cempaka Asriani membongkar paradoks yang selama ini melekat pada dunia fashion bahwa pakaian paling ramah lingkungan sebenarnya adalah pakaian yang sudah ada di lemari kita. Kok bisa?
Ia juga berpendapat soal budaya belanja murah dengan masa pakai yang cepat justru bisa membuat kita mengeluarkan lebih banyak biaya dalam jangka panjang.
Sebagai Founder SARE Studio dan pegiat slow fashion, Cempaka juga berbagi kisah tentang memilih bertumbuh secukupnya di tengah peluang ekspansi tanpa batas.
Klik kode di bawah ini untuk mempermudah kamu:
00:36 Awal mula Cempaka menekuni sustainable fashion
04:42 Kontradiksi dan paradoksitas dunia fashion dan sustainable living
07:16 Trik edukasi customer tentang fashion bertanggung jawab
08:52 Korelasi Jurnalistik dan Responsible Fashion
13:01 Membaca pemetaan audiens dalam bisnis
24:31 Membangun kesadaran, mendalami ketenangan dan keputusan matang
29:26 Melepas kemelekatan Decutlering
32:54 Sustainability: Market Needs atau Create Dulu?
34:27 Background jurnalis loncat ke sustainability
39:32 Paradoksial Era Rapid Capitalism
45:08 Membatasi diri agar tidak lepas dari kecukupan
48:46 Pola latihan membangun kesadaran
52:37 Menyikapi perkembangan fast fashion
58:57 Pemilihan bahan baku ramah lingkungan: Pohon Eucalyptus
1:02:43 Memilih slow fashion sebagai daily consume.
***
Eksekutif Produser: Oky Ivans
Produser: Rima Rismania
Asisten Produser: Handika Syukur Nur Alam
Kreatif: Adam Aulia Manzal Khan, Zianny Difayama
Penata Kamera: Antonius Aditya Mahendra, M. Iqbal Nur Ihsan
Penyunting Gambar: Yulian Bayu Andita
Tim Promosi: Brigitta V. Bellion
***
#beginu #wisnunugroho #cempakaasriani #kompascom