KOMPAS.TV - Dampak kenaikan harga BBM nonsubsidi terus meluas. Pedagang daging sapi dan kambing di Kota Tegal, Jawa Tengah, mengeluh karena harga jual naik tajam dan pembeli kian sepi.
Setelah daging ayam dan telur, kini harga daging sapi dan kambing ikut melonjak.
Di Pasar Pagi Kota Tegal, harga daging sapi naik menjadi Rp160.000 per kilogram dari sebelumnya Rp140.000 per kilogram.
Sementara itu, harga daging kambing mencapai Rp170.000 per kilogram dari sebelumnya Rp155.000 per kilogram.
Pedagang menyebut kenaikan ini dipicu oleh biaya distribusi yang ikut naik akibat kenaikan harga BBM.
Ditambah daya beli masyarakat yang menurun, lapak-lapak kini semakin sepi pembeli. Akibatnya, omzet pedagang merosot hingga 50 persen.
Sementara itu, sejak beberapa hari terakhir, imbas pelemahan nilai tukar rupiah juga dirasakan sektor bahan bangunan di Desa Bener, Sragen, Jawa Tengah.
Kenaikan tertinggi terjadi pada harga cat tembok yang naik Rp40.000 hingga Rp50.000. Harga yang sebelumnya Rp140.000 kini menjadi Rp190.000 per galon.
Tak hanya itu, kenaikan serupa juga terjadi pada harga pipa paralon hingga thinner.
Sedangkan harga semen dan besi naik sekitar Rp4.000.
Pengusaha toko mengaku omzet penjualan menurun signifikan hingga sekitar 40 persen karena konsumen enggan membeli bahan bangunan saat dolar menguat dan memilih menunggu hingga harga kembali stabil.
Baca Juga Kemendag Sidak Pasar Palmerah, HET MinyaKita Masih Bertahan Rp15.700 per Liter di https://www.kompas.tv/regional/675826/kemendag-sidak-pasar-palmerah-het-minyakita-masih-bertahan-rp15-700-per-liter
#hargadaging #bbm #rupiahlemah #ekonomi
Artikel ini bisa dilihat di :
https://www.kompas.tv/regional/675827/dampak-rupiah-lemah-bbm-naik-harga-daging-sapi-tembus-rp160-000-per-kg-bahan-bangunan-mahal