Pemerintah Amerika Serikat mengakui kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI) model Grok digunakan dalam serangan militer ke Iran. Hal itu berdasarkan sebuah dokumen hukum tertanggal 15 Juni 2026 yang berisi pernyataan Departemen Kehakiman AS. Dokumen itu membela turbin gas yang digunakan oleh pusat data raksasa perusahaan xAI. Turbin gas itu diketahui tengah menjadi sasaran gugatan lingkungan.
Untuk memperkuat argumen dokumen, jaksa federal juga menghadirkan Kepala Bidang AI Pentagon, Cameron Stanley untuk memberikan kesaksian terhadap penggunaan Grok. Lantas, bagaimana Grok digunakan dalam serangan ke Iran. Lantas, bagaimana Grok digunakan dalam serangan ke Iran?