Para pemimpin negara anggota G7 secara resmi menyatakan dukungan mereka terhadap rencana kesepakatan tentatif Presiden Amerika Serikat, Donald Trump dengan Iran.
Kesepakatan ini bertujuan membuka kembali Selat Hormuz dan memperpanjang gencatan senjata yang sempat goyah.
Dukungan tersebut dituangkan dalam deklarasi bersama yang diterbitkan pada Rabu (17/6/2026) waktu setempat.
Namun pihak Gedung Putih maupun Iran belum merilis teks resmi mengenai kesepakatan itu.
G7 menyebut rencana ini sebagai peluang bersejarah untuk mencegah Iran memperoleh senjata nuklir serta mengatasi ancaman regional dan rudal balistiknya.
Dilansir dari Associated Press, berdasarkan salinan draf interim yang bocor, Iran akan segera mengambil langkah membuka kembali Selat Hormuz setelah kesepakatan ditandatangani.
Sebagai imbalannya, Teheran akan diizinkan menjual minyaknya tanpa pembatasan.
Selain itu, AS berkomitmen mencabut seluruh sanksi sepihak dan sanksi PBB, jika kesepakatan akhir terkait program nuklir Iran tercapai.
Kesepakatan ini dijadwalkan akan ditandatangani secara resmi di Swiss pada Jumat (19/6/2026).