Keresahan terhadap hilangnya unggah-ungguh atau tata krama bahasa Jawa mendorong Bambang Saparyono menulis dan menerbitkan novel berbahasa Jawa secara mandiri.
Karya-karya itu kemudian dibawa langsung ke ruang publik setelah ditolak masuk toko buku.
Saya ingin menggairahkan kembali bagaimana tata krama berbahasa Jawa itu bisa diterapkan dengan benar, ujar Bambang kepada Kompas.com, Kamis (11/6/2026).
Melalui novel-novelnya, Bambang berharap bahasa Jawa akan tetap lestari dan digunakan oleh generasi muda.
Kreatif: Blanka Rahel Maretha Joanne
Produser: Reza Kurnia, Elizabeth Ayudya
~R #Yogyakarta #Sosok