JAKARTA, KOMPAS.TV - Tiga perempuan asal Sumatera Utara mendatangi kantor Badan Gizi Nasional (BGN) untuk mencari kejelasan terkait persoalan pembayaran kepada pemasok bahan pangan program Makan Bergizi Gratis (MBG).
Mereka mengaku hingga kini belum menerima pembayaran atas barang yang telah mereka pasok untuk kebutuhan dapur MBG.
Ketua Koperasi Mitra MBG, Erni Mesalina Hutauruk, bersama dua supplier asal Sumatera Utara, Fransiska Simanjuntak dan Helma Sirait.
Saat menunjukkan dokumen yang dimilikinya kepada KompasTV, Erni mengklaim terdapat aliran dana untuk kebutuhan konsultan.
Di sisi lain, Kuasa Hukum Koperasi dan Yayasan BISUKMA, Melva Tambunan menyampaikan bantahannya. Ditegaskan bahwa Yayasan BISUKMA melalui kepengurusan koperasi baru telah membayar supplier yang memenuhi persyaratan administrasi dan telah melalui proses verifikasi.
Menanggapi pernyataan itu, Erni membantah alasan bahwa para supplier terlambat menyerahkan dokumen.
Sementara itu, supplier MBG Fransiska Simanjuntak mengaku aksi yang mereka lakukan semata-mata untuk mencari keadilan. Helma Sirait meminta tolong kepada Presiden Prabowo agar haknya dipenuhi.
"Tolong, Bapak Prabowo. Aku orang susah. Aku datang kemari pun, aku tinggalkan anakku kecelakaan karena tidak ada bayar uang, Pak. Saya pinjam ke sana ke mari, untuk datang karena saya memang nggak ada uang,” ungkapnya.
Bagaimana menurut Anda?
Selengkapnya saksikan di sini:
https://youtu.be/mCMbKPKuKNA
#mbg #korupsi #kebijakan
Artikel ini bisa dilihat di :
https://www.kompas.tv/video/675236/tangis-supplier-mbg-minta-tolong-prabowo-pengacara-yayasan-buka-suara-dipo-investigasi