JAKARTA, KOMPAS.TV - Di tengah sorotan terhadap tata kelola Program Makan Bergizi Gratis (MBG), muncul keluhan dari para mitra pelaksana di daerah.
Tiga perempuan asal Sumatera Utara mendatangi kantor Badan Gizi Nasional (BGN) untuk mencari kejelasan terkait persoalan pembayaran kepada pemasok bahan pangan.
Mereka adalah Ketua Koperasi Mitra MBG Erni Mesalina Hutauruk, serta dua pemasok program MBG, Fransiska Simanjuntak dan Helma Sirait.
Kepada Jurnalis KompasTV Dipo Nurbahagia, ketiganya mengaku datang langsung dari Sumatera Utara untuk menyampaikan persoalan yang mereka hadapi.
Erni menjelaskan dirinya merupakan ketua koperasi yang bertanggung jawab terhadap pembayaran para pemasok.
Namun, menurut pengakuannya, ia tidak lagi memiliki akses untuk melakukan pembayaran.
Persoalan tersebut berdampak pada para pemasok yang selama ini menyediakan kebutuhan dapur MBG.
Salah satunya adalah Fransiska Simanjuntak yang memasok bahan makanan kering.
Fransiska mengaku melayani kebutuhan dalam jumlah besar karena memasok untuk puluhan dapur MBG.
Ketika ditanya mengenai pembayaran yang belum diterima, Fransiska menyebut masih ada tagihan senilai 97 juta rupiah yang belum dilunasi.
Keluhan serupa disampaikan Helma Sirait yang memasok buah dan ikan untuk program MBG. Menurut Helma, nilai pembayaran yang belum diterimanya mencapai 120 juta rupiah.
Bagaimana menurut Anda?
Selengkapnya saksikan di sini:
https://youtu.be/mCMbKPKuKNA
#mbg #korupsi #kebijakan
Artikel ini bisa dilihat di :
https://www.kompas.tv/video/675233/polemik-mbg-supplier-mengaku-belum-terima-pembayaran-hingga-ratusan-juta-dipo-investigasi