KOMPAS.TV - Di tengah proses menuju kesepakatan damai antara Amerika Serikat dan Iran, situasi di Timur Tengah kembali memanas. Serangan militer Israel ke sejumlah wilayah di Lebanon memunculkan kekhawatiran bahwa upaya perdamaian yang sedang dibangun dapat terganggu.
Salah satu insiden terbaru terjadi di Lebanon Selatan. Jurnalis Press TV, Hadi Abdel Meneem Hoteit, terluka akibat serpihan logam saat melaporkan dampak serangan drone di Kota Kfar Tebnit. Korban mengalami luka di bagian kaki dan harus menjalani operasi.
Sebelumnya, militer Israel juga melancarkan serangan ke Beirut dengan alasan menargetkan infrastruktur Hizbullah. Serangan ini terjadi di tengah proses menuju penandatanganan kesepakatan damai antara AS dan Iran.
Teheran menegaskan, setiap kesepakatan gencatan senjata harus mencakup penghentian serangan Israel di Lebanon. Di sisi lain, Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu menyatakan kepentingan perang terhadap Iran telah tercapai. Namun, sejumlah pihak menilai eskalasi di Lebanon masih berpotensi mengganggu proses perdamaian.
Lalu, mengapa Israel masih dikhawatirkan dapat menggagalkan kesepakatan damai tersebut? Seberapa besar kemampuan Amerika Serikat menahan langkah Israel di Lebanon? Dan jika konflik terus berlanjut, apakah hal itu dapat memengaruhi hubungan Washington dan Tel Aviv serta masa depan kesepakatan AS-Iran?
Kita bahas bersama Rico Marbun dan Aisha Kusumasomantri.
#AmerikaSerikat #Iran #Israel #Lebanon #Hizbullah #GencatanSenjata
Baca Juga Juru Bicara Iran Tegaskan Komitmen soal Nuklir Bergantung pada Sikap AS dan Israel | KOMPAS PETANG di https://www.kompas.tv/internasional/675190/juru-bicara-iran-tegaskan-komitmen-soal-nuklir-bergantung-pada-sikap-as-dan-israel-kompas-petang
Artikel ini bisa dilihat di :
https://www.kompas.tv/nasional/675197/full-israel-kembali-serang-lebanon-bagaimana-nasib-kesepakatan-damai-as-iran-kompas-petang