:

Tradisi Memasak Bubur Suro Sambut Tahun Baru Islam

11 jam lalu

MALANG, KOMPAS.TV - Di tengah perkembangan zaman yang pesat, tradisi kuliner bubur suro ini masih terus dilestarikan oleh warga Madyopuro, Kota Malang. Setiap tahun baru Islam, warga yang tergabung dalam Kelompok Sadar Wisata atau Pokdarwis Kampung Gribig Religi bergotong royong membuat bubur suro. 

Bubur ini terbuat dari beras ketan yang disajikan dengan topping telur, abon, dan tempe. Cara memasaknya pun masih menggunakan cara tradisional yakni dengan tungku dan kayu bakar.

Ketua Pokdarwis Kampung Religi Ki Ageng Gribig, Devi Arif, mengatakan tradisi bubur suro ini rutin digelar sebagai penanda tahun baru Islam. Tradisi turun-temurun ini menjadi bagian dari upaya pelestarian budaya sekaligus sarana mempererat kebersamaan warga di kawasan Kelurahan Madyopuro.

"Di kompleks makam Ki Ageng Gribig ini memang punya tradisi rutin jelang tahun baru Islam. Kita selalu membuat jenang suro atau bubur suro yang sering kita sebut Mbabar Suro." Kata Devi. 

Sementara itu, Lurah Madyopuro Fredy Johari menyambut baik upaya warga yang konsisten melestarikan tradisi ini. Menurutnya, sebagian masyarakat di Kelurahan Madyopuro masih memegang erat tradisi dan budaya leluhur.

Bubur suro yang sudah dibuat selanjutnya akan dibagikan kepada warga sekitar dan peziarah yang datang ke Makam Ki Ageng Gribig.

Artikel ini bisa dilihat di : https://www.kompas.tv/regional/675175/tradisi-memasak-bubur-suro-sambut-tahun-baru-islam

Berikan Komentar
Laporkan komentar

Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Batal edit?

Setelah dihapus, kamu tidak bisa membatalkan

Hapus Komentar

Setelah dihapus, kamu tidak bisa membatalkan

Oke
Sarapan di Ketinggian 230 Meter, Seperti Apa Rasanya?
Oke