LUWU, KOMPAS.TV - Ratusan rumah warga di Desa Tabah, Kecamatan Walenrang Timur, Kabupaten Luwu, Sulawesi Selatan, terendam banjir setelah Sungai Poringan meluap akibat hujan deras yang mengguyur wilayah tersebut. Selain permukiman, banjir juga merendam areal pertanian, perkebunan, hingga ruas jalan.
Ketinggian air di sejumlah titik bervariasi, mulai dari 50 sentimeter hingga lebih dari satu meter. Kondisi tersebut membuat aktivitas warga terganggu dan akses menuju beberapa lokasi menjadi terbatas.
Warga menyebut banjir yang terjadi kali ini diperparah oleh penyempitan aliran Sungai Poringan serta pendangkalan akibat sedimentasi. Kondisi tersebut dinilai menyebabkan kapasitas sungai menurun sehingga tidak mampu menampung debit air saat hujan dengan intensitas tinggi.
Sejumlah warga masih memilih bertahan di rumah masing-masing sambil menunggu air surut. Mereka juga berharap bantuan penanganan segera diberikan bagi masyarakat yang terdampak.
Kepala Desa Tabah, Idril Pasomba, mengatakan masyarakat berharap ada langkah penanganan terhadap Sungai Poringan agar banjir yang hampir terjadi setiap tahun dapat diminimalkan.
Menurut Idril, normalisasi dan penataan aliran sungai menjadi kebutuhan mendesak mengingat banjir telah berulang kali merendam permukiman warga serta lahan pertanian yang menjadi sumber mata pencaharian masyarakat.
Warga berharap pemerintah segera melakukan penanganan menyeluruh terhadap Sungai Poringan untuk mencegah banjir tahunan yang terus berulang dan menimbulkan kerugian bagi masyarakat.
Artikel ini bisa dilihat di :
https://www.kompas.tv/regional/674983/sungai-meluap-rendam-ratusan-rumah-di-luwu