:

Pengemudi Jip Wisata Gunungkidul Keluhkan Kenaikan Harga Pertamax | KOMPAS SIANG

17 jam lalu

GUNUNGKIDUL, KOMPAS.TV - Kenaikan harga BBM non-subsidi jenis Pertamax mulai dirasakan pelaku usaha jip wisata di Kabupaten Gunungkidul, Yogyakarta.

Keterbatasan akses SPBU membuat para pengemudi tak memiliki banyak pilihan selain membeli BBM non-subsidi untuk menjalankan usahanya.

400 jip wisata yang beroperasi di kawasan pantai selatan Gunungkidul terdampak kenaikan harga BBM non-subsidi jenis Pertamax.

Hingga saat ini belum tersedia SPBU di kawasan wisata tersebut, sehingga para pengemudi mengandalkan Pertashop dan penjual BBM eceran untuk memenuhi kebutuhan bahan bakar.

Kenaikan harga Pertamax menambah beban operasional, karena setiap jip membutuhkan antara15 hingga 25 liter BBM per hari.

Sementara itu, tarif sewa yang sudah disepakati dengan wisatawan tidak dapat diubah meski terjadi kenaikan harga BBM.

Para pengemudi berharap pemerintah segera menyediakan SPBU di kawasan wisata pesisir selatan Gunungkidul untuk mempermudah akses bahan bakar dan menekan biaya operasional.

Baca Juga Gerindra Respons Sejumlah Tuntutan Mahasiswa Mulai dari Program MBG hingga Kenaikan Tarif Pertamax di https://www.kompas.tv/video/674895/gerindra-respons-sejumlah-tuntutan-mahasiswa-mulai-dari-program-mbg-hingga-kenaikan-tarif-pertamax

#pertamax #mobiljip #yogyakarta

_

Sahabat KompasTV, Mulai 1 Februari 2026 KompasTV pindah channel. Dapatkan selalu berita dan informasi terupdate KompasTV, di televisi anda di Channel 11 pada perangkat TV Digital atau Set Top Box. Satu Langkah lebih dekat, satu Langkah makin terpercaya

Artikel ini bisa dilihat di : https://www.kompas.tv/regional/674971/pengemudi-jip-wisata-gunungkidul-keluhkan-kenaikan-harga-pertamax-kompas-siang

Berikan Komentar
Laporkan komentar

Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Batal edit?

Setelah dihapus, kamu tidak bisa membatalkan

Hapus Komentar

Setelah dihapus, kamu tidak bisa membatalkan

Oke
Sarapan di Ketinggian 230 Meter, Seperti Apa Rasanya?
Oke