:

Bedanya Ritual Malam Satu Suro Keraton Jogja dan Solo

12 jam lalu

Malam Satu Suro di Keraton Yogyakarta dan Surakarta menjadi dua manifestasi budaya yang unik dalam menyambut tahun baru Jawa, yang bertepatan dengan 1 Muharram. Di Yogyakarta, ritual Topo Bisu Lampah Mubeng Benteng dilakukan dalam keheningan total dengan berjalan kaki mengelilingi tembok keraton sebagai simbol perenungan diri dan rasa prihatin atas perjalanan hidup setahun terakhir.

Sementara itu, Surakarta menggelar tradisi Kirab Kebo Bule Kyai Slamet, di mana ribuan orang mengiringi kerbau keramat berwarna putih dalam sebuah prosesi agung yang melintasi pusat kota, namun tetap menjaga keheningan serupa sebagai bentuk tirakat yang khidmat.

Kedua tradisi yang telah berusia ratusan tahun ini berakar dari upaya Sultan Agung Hanyokrokusumo di abad ke-17 untuk menyatukan sistem penanggalan Saka dan Hijriah guna merangkul seluruh elemen masyarakat Jawa. 

Simak selengkapnya dalam video berikut!

Penulis Naskah: Elisabeth Putri Mulia
Narator: Elisabeth Putri Mulia
Video Editor: Fathir Rohman
Produser: Marvel Dalty

Music: Hopeful - Nat Keefe

#humaniora #budaya ##kompascomlab #suro #satusuro #malamsatusuro #solo #yogyakarta #keraton

Berikan Komentar
Laporkan komentar

Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Batal edit?

Setelah dihapus, kamu tidak bisa membatalkan

Hapus Komentar

Setelah dihapus, kamu tidak bisa membatalkan

Oke
Sarapan di Ketinggian 230 Meter, Seperti Apa Rasanya?
Oke