Hikmah (50) menekuni sebagai pedagang bunga di Pasar Bunga Rawa Belong, Jakarta Barat selama 15 tahun.
Namun, ada satu paradoks yang membekas di ingatannya masa pandemi Covid-19 justru menjadi periode dengan permintaan tertinggi, berbanding terbalik dengan kondisi ekonomi saat ini.
Hikmah menceritakan bahwa selama pandemi, meski ia sendiri tidak terjun langsung ke pasar dan hanya mendelegasikan tugas kepada karyawannya, pesanan bunga mengalir deras. Namun, ia mengakui hal tersebut dipicu oleh situasi yang memilukan.
Justru waktu Covid itu, mohon maaf ya, masih banyak pesanan karena ada beberapa papan duka cita ya, ujar Hikmah di Jakarta Barat, Minggu (14/6/2026).
Namun, pemandangan berbeda justru terlihat saat ini. Di tengah kondisi ekonomi yang belum stabil, bisnis bunga justru terasa lebih berat.
Hikmah menyebut masyarakat kini jauh lebih selektif dalam mengeluarkan uang, terutama untuk barang-barang yang bukan merupakan kebutuhan pokok.
Kalau saat-saat ini, orang lebih menahan untuk beli bunga. Karena kan bunga itu kebutuhan tersier ya, bukan kebutuhan pokok. Jadi nggak semua orang bisa beli bunga, jelasnya.
Dampak kelesuan ekonomi ini sangat terasa pada perilaku pelanggan. Menurut Hikmah, para pelanggan setia yang biasanya membeli tanpa ragu, kini mulai menurunkan anggaran mereka. Situasi ini membuat pendapatan harian menjadi tidak menentu.
Simak selengkapnya dalam video berikut ini
Penulis: Siti Laela Malhikmah
Video Jurnalis: Siti Laela Malhikmah
Video Editor: Siti Laela Malhikmah
Produser: Dandy Bayu Bramasta
#Humaniora #Tanaman #Covid #Lingkungan
#UMKM #BeritaHariIni #News ##vjlab