KOMPAS.TV - Presiden Amerika Serikat, Donald Trump mengumumkan kesepakatan antara Amerika Serikat dan Iran untuk mengakhiri perang akan ditandatangani pada minggu ini.
Trump juga mengatakan bahwa Selat Hormuz, yang merupakan jalur pelayaran strategis dunia, akan kembali dibuka untuk semua pihak setelah perjanjian disahkan.
Klaim Donald Trump itu disampaikan melalui akun Truth Social-nya.
Sinyal kesepakatan damai juga datang dari mediator damai Amerika-Iran. Perdana Menteri Pakistan Shehbaz Sharif, Sabtu (13/6/2026) waktu setempat, mengatakan bahwa kesepakatan damai kemungkinan akan dirampungkan dalam waktu 24 jam.
Di hari yang sama, Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araghchi mengatakan mengenai nota kesepahaman khusus, masih dinegosiasikan untuk perjanjian akhir, usai memorandum dalam jangka waktu 60 hari dan diskusi nuklir yang paling diminati Amerika dilaksanakan.
Soal uranium, kami memiliki wewenang dan pada akhirnya, kami tidak akan mengizinkannya.
Sementara itu, saling serang antara Amerika dan Iran telah dihentikan sejak akhir pekan ini.
Namun, peperangan antara sekutu Iran di Lebanon yang menjadi salah satu syarat damai justru masih panas.
Selengkapnya kita bahas bersama Pakar Geopolitik dan Keamanan Nasional, Wibawanto Nugroho dan warga negara Iran, sekaligus dosen di International Institute for Islamic Studies, Qasem Muhammadi.
Baca Juga Beda Sikap! Trump Klaim 'Deal' Kesepakatan Damai dengan Iran, Teheran Membantah | KOMPAS PETANG di https://www.kompas.tv/internasional/674796/beda-sikap-trump-klaim-deal-kesepakatan-damai-dengan-iran-teheran-membantah-kompas-petang
#iran #amerika #trump
_
Sahabat KompasTV, apa pendapat kalian soal berita ini? Komentar di bawah ya!
Artikel ini bisa dilihat di :
https://www.kompas.tv/internasional/674804/full-pakar-dan-wn-iran-ungkap-alasan-teheran-bantah-klaim-trump-soal-kesepakatan-damai