JAKARTA, KOMPAS.TV - Iran dan Amerika Serikat semakin dekat mencapai kesepakatan untuk mengakhiri perang.
Menteri Luar Negeri Iran, Abbas Araghchi, mengungkap kedua pihak telah menyetujui rumusan kesepakatan pada Jumat lalu.
Salah satu poin paling penting dalam kesepakatan itu adalah saling mengakui kedaulatan negara masing-masing.
Menlu Iran Abbas Araghchi mengatakan, hal ini akan menjadi pertama kalinya Amerika Serikat secara terbuka menyatakan penghormatan terhadap kedaulatan Iran setelah 47 tahun sejak Revolusi Iran 1979.
Araghchi menambahkan, kesepakatan itu juga membahas pembukaan blokade Selat Hormuz dan penghapusan berbagai pembatasan maritim.
Pada putaran negosiasi selanjutnya, pencabutan sanksi terhadap Iran, pembebasan aset Iran yang dibekukan, hingga ketentuan program nuklir Iran juga akan dibahas.
Namun, Araghchi menegaskan Israel tidak akan menjadi bagian dari proses negosiasi tersebut.
Senada dengan Menlu Iran Abbas Araghchi, Presiden Amerika Serikat Donald Trump juga mengungkapkan bahwa pihaknya telah mencapai kesepakatan besar dengan Teheran.
Trump mengatakan dokumen kesepakatan untuk mengakhiri perang diperkirakan akan selesai dalam beberapa hari ke depan.
Ia menambahkan, Amerika Serikat dan Iran kemungkinan akan menandatangani nota kesepakatan tersebut di Eropa.
Trump tidak akan hadir secara langsung, namun akan mengirim Wakil Presiden JD Vance untuk menghadiri momentum tersebut.
Trump juga menyatakan bahwa Amerika Serikat telah mendapatkan kesepakatan bahwa Iran tidak akan memiliki senjata nuklir.
Akankah kesepakatan antara Iran dan Amerika Serikat ini cukup kuat dan mengikat untuk mengakhiri perang?
Kita bahas bersama praktisi dan pengajar hubungan internasional Synergy Policies, Dinna Prapto Raharja.
Baca Juga Iran Umumkan Upacara Pemakaman Ali Khamenei di https://www.kompas.tv/internasional/674708/iran-umumkan-upacara-pemakaman-ali-khamenei
#iran #as #perang #timurtengah
Artikel ini bisa dilihat di :
https://www.kompas.tv/internasional/674712/full-praktisi-hi-baca-peluang-kesepakatan-damai-as-iran-jaminan-perang-akan-selesai