Wakil Ketua Umum Partai Golkar Idrus Marham menepis kekhawatiran publik mengenai potensi kembalinya gaya kepemimpinan represif ala militer di bawah komando Presiden Prabowo Subianto, Sabtu (13/6/2026).
Idrus mengungkapkan, pengalaman personalnya memimpin koalisi bersama Prabowo sejak tahun 2014 menjadi bukti otentik bahwa sang Presiden merupakan sosok yang sangat terbuka terhadap kritik, sejauh kritik tersebut dibangun dengan argumen yang rasional dan konstruktif.
"Saya jadi saksi untuk itu karena saya pernah memimpin ketika pada saat Pak Prabowo malah tidak punya kekuasaan. Beliau itu tidak anti-kritik. Kalau ada apa-apa kita kritik, ada dialog. Apa dasarnya, konstruksinya seperti apa, narasinya apa, beliau terlibat. Jadi ada diskusi, ada perdebatan konsep juga," ujar Idrus di Kantor DPD Partai Golkar.
Mantan Menteri Sosial ini meluruskan bahwa visi besar Prabowo ke depan adalah membangun tatanan masyarakat yang bergerak atas dasar kesadaran bersama demi kemajuan bangsa, bukan karena adanya tekanan psikologis ataupun paksaan instrumen hukum.
Simak selengkapnya dalam video berikut ini!
Video Jurnalis: Dimas Nanda Krisna
Naskah: Dimas Nanda Krisna
Video Editor: Dimas Nanda Krisna
Produser: Monica Arum
#politik #militer #idrusmarham #prabowosubianto #vjlab