JAKARTA, KOMPAS.TV - Wakil Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman Fahri Hamzah menegaskan Presiden Prabowo Subianto merupakan sosok yang terbuka terhadap kritik dan perbedaan pendapat.
Fahri mengaku kerap berdiskusi dan berdebat langsung dengan Presiden, termasuk dalam sejumlah isu yang tidak selalu disepakati bersama.
Menurut Fahri, Prabowo tidak pernah menghindari perbedaan pandangan. Fahri menilai karakter tersebut tidak lepas dari latar belakang kehidupan Prabowo yang terbiasa hidup dalam lingkungan yang demokratis. Fahri membantah anggapan bahwa Presiden anti kritik.
Di sisi lain, akademisi Universitas Andalas Feri Amsari menyampaikan sejumlah harapan yang menurutnya perlu segera menjadi perhatian pemerintah. Salah satunya adalah memastikan partisipasi publik dalam proses penyusunan kebijakan.
Menurut Feri, sejumlah kebijakan yang memicu kontroversi justru lahir tanpa pelibatan publik yang memadai. Feri juga menyoroti revisi sejumlah aturan yang menurutnya menjauh dari semangat reformasi.
Ia bahkan menilai sebagian besar cita-cita reformasi telah mengalami kemunduran. Feri menyoroti sejumlah persoalan yang menurutnya menunjukkan kemunduran reformasi, mulai dari munculnya kembali multifungsi militer hingga persoalan pembagian kekuasaan.
Ia berharap Presiden Prabowo benar-benar mewujudkan komitmen terhadap cita-cita reformasi melalui langkah konkret.
"Pak, bekerja jangan pidato,” katanya.
Bagaimana menurut Anda?
Selengkapnya saksikan di sini: https://youtu.be/oBI5xUrGghs
#feriamsari #fahrihamzah #aktivis
Artikel ini bisa dilihat di :
https://www.kompas.tv/talkshow/674617/fahri-hamzah-akui-sering-debat-dengan-prabowo-pesan-feri-amsari-bekerja-jangan-pidato-rosi