:

Pertamax Cuma Buat Orang Kaya, Fakta atau Cuma Klaim?

2 hari lalu

Klaim pemerintah yang menyebut BBM jenis Pertamax hanya dikonsumsi "orang kaya" telak dihantam realita di aspal. Faktanya, kebijakan menaikkan harga Pertamax hingga Rp4.000 per liter justru mencekik leher kelas pekerja bawah mereka yang terpaksa bertahan demi menjaga modal kerja utama yaitu mesin kendaraan.

​Bagi Fredy Chandra, driver ojek online yang sudah enam tahun bertaruh nyawa di jalanan ibu kota, narasi kotak-kotak ala pemerintah itu sama sekali tidak masuk akal. Pertamax bukan soal gaya hidup, melainkan urusan perut agar mesin motornya tidak cepat rontok.

​"Tidak setuju kalau dibilang khusus orang kaya. Ini kan disediakan buat kendaraan, siapa yang mampu beli, ya sudah. Enggak usah dikotak-kotakkan," kata Fredy.

Kondisi serupa menimpa Riad. Sebagai kaum urban kelas menengah-bawah, ia menilai Pertamax 92 adalah batas psikologis terakhir bagi kendaraannya. 

Akibat lonjakan harga ini, ia sudah dipaksa turun kasta dari Pertamax.

​Untuk menyiasati dompetnya yang kian kempis, Riad terpaksa memangkas kesenangan pribadi. 

"Ngopi atau jajan terpaksa di-saving (dihapus) demi bensin. Jangan sampai yang subsidi (Pertalite) malah sering kosong. Kalau orang-orang pindah ke Pertalite, antrean makin panjang dan makin susah dicari," ujar Riad.

Ancaman kelangkaan itu diakui oleh Slamet, pengguna murni Pertalite. Meski tidak terkena dampak langsung di dompet hari ini, ia mulai was was melihat antrean SPBU yang kian mengular akibat pelarian konsumen Pertamax.

​Merespons isu liar bahwa Pertalite bakal dihapus di masa depan, Slamet memberikan gertakan tegas kepada pembuat kebijakan.

​"Kalau Pertalite mau dihapus, ya enggak apa-apa, tapi syaratnya Pertamax harus disubsidi! Bikin lebih murah. Yang penting rakyat kecil tetap dapat subsidi," pungkas Slamet.

Simak selengkapnya dalam video berikut ini!

Video Jurnalis: Dimas Nanda Krisna
Naskah: Dimas Nanda Krisna
Video Editor: Dimas Nanda Krisna
Produser: Abba Gabrillin

#news #pertamax #bbm #pertamina #vjlab


Berikan Komentar
Laporkan komentar

Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Batal edit?

Setelah dihapus, kamu tidak bisa membatalkan

Hapus Komentar

Setelah dihapus, kamu tidak bisa membatalkan

Oke
Sarapan di Ketinggian 230 Meter, Seperti Apa Rasanya?
Oke