KOMPAS.TV - Aksi unjuk rasa digelar oleh elemen mahasiswa dari sejumlah perguruan tinggi di Indonesia bersama Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM), yang akan menyuarakan lima tuntutan utama kepada pemerintah.
Salah satu tuntutan yang diangkat adalah desakan agar pemerintah menghentikan pemborosan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN), serta mengevaluasi berbagai kebijakan yang dinilai membebani masyarakat.
Dalam aksi tersebut, mahasiswa juga menyoroti isu lain seperti penurunan harga kebutuhan pokok dan BBM, penghentian program Makan Bergizi Gratis (MBG) serta pembangunan Koperasi Desa Merah Putih, penolakan militerisme di ranah sipil, hingga tuntutan agar Presiden Prabowo mengakui kesalahan pemerintah.
Sebelumnya, sejumlah aksi mahasiswa juga telah digelar di berbagai titik di Jakarta. Di antaranya unjuk rasa Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI) di kawasan Monas yang menyoroti kondisi ekonomi nasional dan mendesak evaluasi kinerja pemerintah.
Aksi serupa juga dilakukan Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) di kawasan Cikini, Jakarta Pusat, yang sempat diwarnai ketegangan dengan aparat keamanan saat menyuarakan penolakan kenaikan harga BBM jenis Pertamax.
Menanggapi rencana aksi tersebut, Wakil Menteri Perumahan Rakyat dan Kawasan Permukiman Fahri Hamzah menyebut bahwa penyampaian pendapat di muka umum merupakan bagian dari demokrasi yang dijamin konstitusi.
Sementara itu, pakar hukum tata negara Feri Amsari menilai pemerintah perlu lebih responsif dan serius dalam menyikapi aspirasi publik di tengah tantangan ekonomi yang terjadi saat ini.
#Mahasiswa #Demonstrasi #APBN
Baca Juga Unggahan “Sangat Darurat” BEM UI di Media Sosial Jadi Sorotan | KOMPAS SIANG di https://www.kompas.tv/regional/674428/unggahan-sangat-darurat-bem-ui-di-media-sosial-jadi-sorotan-kompas-siang
Artikel ini bisa dilihat di :
https://www.kompas.tv/regional/674443/mahasiswa-dari-berbagai-perguruan-tinggi-gelar-aksi-angkat-isu-apbn-hingga-harga-bbm-kompas-siang