JAKARTA, KOMPAS.TV - Akademisi Universitas Andalas sekaligus aktivis prodemokrasi, Feri Amsari, menjelaskan tujuan utama aksi demonstrasi yang direncanakan berlangsung pada 12 Juni.
Menurut Feri, aksi tersebut merupakan bagian dari upaya menjalankan mandat publik untuk menjaga prinsip-prinsip konstitusi sekaligus mengingatkan pemerintah agar tetap berada di jalur yang benar.
Feri menegaskan, pengawasan terhadap kekuasaan merupakan bagian penting dalam sistem demokrasi.
Menurutnya, pemerintahan tidak cukup hanya mengandalkan niat baik, tetapi harus mampu menghadirkan kebijakan yang terukur dan benar-benar dirasakan manfaatnya oleh masyarakat.
Setiap pihak memiliki peran masing-masing dalam menjaga negara, baik yang berada di dalam pemerintahan maupun di luar pemerintahan.
Feri juga menanggapi tudingan yang kerap diarahkan kepada kelompok kritis bahwa mereka didanai oleh pihak asing, termasuk nama George Soros.
Feri mengaku pernah menjadi sasaran tudingan serupa, namun menurutnya tuduhan tersebut tidak pernah terbukti.
Ia menyayangkan tidak adanya permintaan maaf dari pihak-pihak yang sebelumnya melontarkan tudingan tersebut.
Feri mempertanyakan logika yang melarang masyarakat menerima dana asing jika pemerintah sendiri juga membuka ruang kerja sama dengan pihak luar.
Bagaimana menurut Anda?
Selengkapnya saksikan di sini: https://youtu.be/oBI5xUrGghs
#feriamsari #fahrihamzah #aktivis
Artikel ini bisa dilihat di :
https://www.kompas.tv/talkshow/674427/feri-amsari-bantah-tudingan-antek-asing-hingga-didanai-george-soros-di-balik-demo-mahasiswa-rosi