JAKARTA, KOMPAS.TV - Wamen Perumahan dan Kawasan Permukiman/Mantan Aktivis 1998, Fahri Hamzah menanggapi kekhawatiran publik terhadap gejala totalitarianisme, ultranasionalisme, hingga keterlibatan militer di ruang-ruang sipil.
Menurut Fahri, Presiden Prabowo tidak akan memberi perlindungan kepada siapa pun yang terbukti menyalahgunakan jabatan atau merugikan negara.
Fahri juga menyebut Prabowo terbuka terhadap laporan pelanggaran atau whistleblowing.
Ia menambahkan bahwa komitmen tersebut terlihat dari tindakan terhadap pihak-pihak yang dianggap bermasalah.
Lebih jauh, Fahri menilai agenda utama Prabowo adalah melakukan transformasi kehidupan berbangsa dan bernegara menuju masyarakat yang lebih adil dan sejahtera.
Akademisi Universitas Andalas, Feri Amsari mengatakan pola pidato yang menonjolkan nasionalisme dan kepentingan rakyat perlu dikritisi karena pernah digunakan oleh pemimpin-pemimpin otoriter dalam sejarah.
Menurut Feri, ukuran keberhasilan pemerintahan tidak bisa hanya dilihat dari pidato dan narasi, melainkan dari implementasi kebijakan.
Ia juga mengkritik janji untuk menghadapi kelompok ekonomi besar yang dinilai belum terlihat dalam praktik.
Sebaliknya, Feri menilai terdapat kebijakan yang justru berpotensi menimbulkan persoalan baru.
Bagaimana menurut Anda?
Selengkapnya saksikan di sini: https://youtu.be/oBI5xUrGghs
#feriamsari #fahrihamzah #aktivis
Artikel ini bisa dilihat di :
https://www.kompas.tv/talkshow/674425/debat-feri-amsari-singgung-militer-masuk-sipil-fahri-hamzah-kejar-jika-ada-pelanggaran-hukum