Pemerintah terus memperhatikan perkembangan konflik Amerika Serikat (AS) dan Iran usai Selat Hormuz kembali ditutup total, Rabu (10/6/2026).
Selat Hormuz diketahui kembali ditutup total setelah AS dan Iran bertukar serangan. Korps Garda Revolusioner Iran (IRGC) sebelumnya menyatakan perairan tersebut ditutup hingga pemberitahuan lanjutan.
Wakil Menteri Luar Negeri (Wamenlu) Arif Havas Oegroseno menyatakan pemerintah Indonesia senantiasa berkomunikasi dengan otoritas Iran mengenai perkembangan konflik.
Di saat bersamaan, pemerintah mencari sumber alternatif untuk menjaga ketersediaan pasokan bahan bakar minyak dalam negeri.