Polda Metro Jaya terus mengembangkan penyelidikan kasus dugaan penipuan biro perjalanan umrah Hanania Travel.
Salah satu fokus penyidik yakni menelusuri keterlibatan sejumlah influenser yang diduga menerima fasilitas maupun kompensasi untuk mempromosikan layanan bisnis perusahaan tersebut.
Kasubbid Penmas Polda Metro Jaya, Kompol Andaru Rahutomo menjelaskan, hingga Kamis (11/6/2026), Ditreskrimum Polda Metro Jaya telah memeriksa enam influenser, dan telah menjadwalkan tiga influenser lain untuk mendalami kasus.
Menurut Andaru, pemeriksaan dilakukan karena para figur publik tersebut diduga terlibat dalam strategi promosi Hanania Travel melalui media sosial.
Hasil pendalaman sementara, sebagian besar influenser memperoleh fasilitas perjalanan umrah tanpa biaya sebagai bentuk kerja sama promosi.