KOMPAS.TV - Nama legenda sepak bola Prancis, Thierry Henry, resmi diabadikan menjadi nama jalan di Kota New York, Amerika Serikat. Namanya disematkan pada persimpangan West 50th Street dan Sixth Avenue di Midtown Manhattan, New York.
Legenda sepak bola Prancis sekaligus salah satu pemain terbaik Arsenal itu kini diabadikan melalui penamaan jalan "Thierry Henry Way".
Para penggemar Henry yang mengenakan atribut Arsenal turut hadir dalam peresmian Thierry Henry Way di Kota New York.
Peresmian tersebut bertepatan dengan persiapan New York dan New Jersey yang akan menjadi tuan rumah delapan pertandingan Piala Dunia FIFA 2026, termasuk laga final.
Sementara itu, warga berkumpul di Stadion Mogadishu, Somalia, untuk menyambut wasit Somalia, Omar Artan, yang dilaporkan dilarang masuk ke Amerika Serikat menjelang Piala Dunia 2026.
Warga Somalia mengecam keputusan pemerintah Amerika Serikat yang mencegah Artan masuk ke negara tersebut.
Artan sendiri merupakan wasit berprestasi yang membanggakan Somalia. Ia meraih penghargaan Wasit Terbaik Afrika 2025 berkat kepemimpinannya dalam pertandingan Liga Champions Afrika dan Kualifikasi Piala Afrika.
Apabila bertugas di Piala Dunia, Artan akan menjadi wasit Somalia pertama yang tampil di ajang sepak bola terbesar dunia yang diikuti 48 negara.
Di sisi lain, Timnas Korea Selatan dan Republik Ceko yang berada di Grup A Piala Dunia 2026 akan berebut tiga poin perdana saat bertemu di Guadalajara, Kamis waktu setempat.
Turnamen kali ini menjadi penampilan keempat Son Heung-min di ajang sepak bola paling bergengsi dunia.
Son menjadi figur sentral dalam skuad Taegeuk Warriors dan diharapkan mampu memimpin tim, baik di dalam maupun di luar lapangan.
Dengan koleksi 144 caps, Son merupakan pemain paling berpengalaman di skuad Korea Selatan saat ini. Selama lebih dari satu dekade, ia menjadi andalan Korea Selatan dan unggul jauh dari rekan setim terdekatnya, Lee Jae-sung.
Artikel ini bisa dilihat di :
https://www.kompas.tv/internasional/674295/serba-serbi-jelang-piala-dunia-peresmian-nama-jalan-thierry-henry-hingga-persiapan-timnas-korsel