Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) menjelaskan suhu udara yang lebih panas dan gerah dibandingkan hari biasa yang dirasakan Warga Jakarta dan sekitarnya dalam beberapa hari terakhir.
BMKG menjelaskan kondisi tersebut bukan terjadi tanpa sebab, melainkan dipengaruhi sejumlah faktor iklim yang diperkirakan masih akan berlangsung hingga akhir September 2026.
Deputi Bidang Klimatologi BMKG, Ardhasena Sopaheluwakan menjelaskan, fenomena hawa panas atau sumuk yang dirasakan masyarakat dipicu posisi matahari yang sedang bergerak tepat di atas wilayah Pulau Jawa.
Kondisi tersebut terjadi bersamaan dengan berlangsungnya musim kemarau yang menyebabkan cuaca cenderung cerah dan minim hujan.