Merespons wacana "Reformasi Jilid II" yang dicanangkan oleh Badan Eksekutif Mahasiswa Seluruh Indonesia (BEM SI), Kepala Badan Intelijen Negara (BIN) Muhammad Herindra mengimbau seluruh elemen masyarakat untuk tetap menjaga situasi tetap kondusif dan mengutamakan persatuan bangsa, Kamis (11/6/2026).
Ketika ditanya mengenai kesiapan dan pandangan lembaga terhadap seruan Reformasi Jilid II, Kepala BIN menekankan bahwa fokus utama saat ini adalah menjaga stabilitas nasional.
"Yang penting kita semua harus menjaga persatuan dan kesatuan. Jangan sampai ada hal yang tidak menguntungkan bagi kita semua ya," ujar Herindra di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta Pusat.
Pernyataan singkat namun tegas ini mengindikasikan bahwa fokus pemerintah dan lembaga intelijen adalah memastikan dinamika politik serta penyampaian aspirasi masyarakat tetap berjalan dalam koridor hukum, tanpa mengorbankan stabilitas keamanan yang telah terbangun.
Sebelumnya, wacana Reformasi Jilid II kembali mengemuka seiring dengan kritisnya gelombang aspirasi mahasiswa terhadap sejumlah kebijakan strategis nasional dan pembenahan tata kelola pemerintahan.
Pihak BIN berharap agar momentum penyampaian pendapat ini tidak ditunggangi oleh kepentingan yang dapat memecah belah bangsa, melainkan disalurkan lewat dialog yang konstruktif demi kebaikan bersama.
Simak selengkapnya dalam video berikut ini!
Video Jurnalis: Dimas Nanda Krisna, Adhyasta Dirgantara
Naskah: Dimas Nanda Krisna
Video Editor: Dimas Nanda Krisna
Produser: Abba Gabrillin
#news #reformasijilidii #bemsi #badanintelijennasional #vjlab