Iran telah resmi menerapkan doktrin militer baru yang lebih ofensif dengan meluncurkan serangan rudal balistik ke pangkalan militer Amerika Serikat di Bahrain, Kuwait, dan Yordania sebagai balasan atas insiden jatuhnya helikopter Apache.
Langkah ini menandai pergeseran paradigma pertahanan Teheran yang tidak lagi memilih sikap pasif menunggu serangan, melainkan berani mengambil inisiatif untuk menyerang balik sebagai respons langsung terhadap agresi yang mengancam kepentingan nasional mereka. Serangan terkoordinasi ini menjadi bukti nyata bahwa Iran kini memiliki kemampuan untuk memindahkan medan perang secara instan dan menyerang target strategis AS di kawasan secara cepat dan agresif.
Di sisi lain, Iran juga memberikan ultimatum keras kepada negara-negara tetangga di kawasan Teluk untuk tidak membiarkan wilayah mereka digunakan oleh AS atau Israel sebagai basis operasional untuk menyerang Teheran. Sementara itu, janji perdamaian yang kerap digembar-gemborkan oleh Presiden Donald Trump dinilai semakin kehilangan kredibilitasnya karena kesepakatan diplomatik terus tertunda akibat siklus baku tembak yang tak kunjung berhenti.
Dengan meningkatnya ketegangan ini, posisi Timur Tengah kini terjepit dalam ketidakpastian yang lebih dalam, di mana upaya perdamaian formal terancam runtuh oleh sikap Iran yang semakin terbuka dalam menggunakan kekuatan militernya untuk mendikte situasi di lapangan.
Simak selengkapnya dalam video berikut!
Penulis Naskah: Elisabeth Putri Mulia
Narator: Elisabeth Putri Mulia
Video Editor: Elisabeth Putri Mulia
Produser: Marvel Dalty
Music: Future - Anno Domini Beats
#global #perang ##kompascomlab #Iran #Israel #AmerikaSerikat